<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d28801414\x26blogName\x3dabuhukma\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://abuhukma.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://abuhukma.blogspot.com/\x26vt\x3d5380708885081169909', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>


abuhukma

Monday, January 29, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

injustice?

Bader Al Humaidhi, menteri keuangan Kuwait mengumumkan tanggal 22 januari di media masa bahwa Kuwait akan mengalami defisit sebesar 2,96 milyar Kuwait dinar, kalau dalam hitungan rupiah di kalikan Rp 31.000,-.Humaidhi memprediksi penghasilan tahun 2007 s.d tahun 2008 sebesar 8,32 milyar Kuwait dinar,dikurangi 10 persennya untuk ditabung bagi generasi mendatang Kuwaiti tatkala minyak bumi sudah habis.
Sejak kurang lebih 4 tahun belakangan ini Kuwait dan negara teluk telah menjual minyak mentah kurang lebih 60 US dollar per barelnya, harga minyak bumi semakin meningkat tiap harinya.Oleh karena itu pendapatan negara Kuwait semakin membumbung tinggi, lebih dari dua kali lipat pendapatan pada tahun 2002-2003 6,2 milyar kuwait dinar dibanding tahun 2005-2006 sebesar 13,7 milyar kuwait dinar.
Diwaktu yang sama, kesejahteraan belum bisa dirasakan oleh semua pihak di Kuwait ini, dengan harga-harga barang yang sedikit-sedikit naik, dulu tahun 2002 pas baru-barunya menikah belanja sebesar 50 dinar kuwait, dapat barang dua trolley barang grossiran, cukup untuk satu bulan penuh, tadi belanja dengan istri habis 45 dinar, cuman satu trolley yang habis dalam waktu kurang dari 2 minggu, belum harga flat atau sewa apartement di sini, waktu saya baru nikah harga flat 140 kd bagi orang indo terlalu mahal, sekarang harga segitu sangat sulit didapatkan, kecuali daerah pinggiran kota seperti Adan dan jahra.Belum lagi Health insurance bagi anak dan anggota keluarga, belakangan ini harganya naik dari 13 dinar menjadi 35 dinar bahkan sampai 50 dinar berlaku untuk satu tahun,yang punya anak usia sekolah harus memikirkan biaya sekolah anak yang tidak gratis, dan tidak relatif murah, biaya di sini setara dengan biaya kuliah di indonesia.Sementara pendapatan sama, dan tidak ada peningkatan gaji yang gradual hampir di semua sektor, Oleh karena itu banyak orang-orang dalam kondisi kritis untuk mengharapkan kenaikan gaji, menjadi buah bibir pembicaraan di setiap tempat dan kesempatan.Hanya gosip dan rumor yang beredar di koran adanya isu kenaikan gaji untuk menenangkan dan mengibuli ekpat, biar tambah berlama-lama di Kuwait, yang ujung-ujungnya pribuminya-lah yang menghisap gaji pendatang.Saya sudah sering mengamati mulai dari tahun 2004 ada isu naik gaji untuk perawat, sudah beberapa kali isu muncul di koran, sampai sekarang tidak ada se fils pun nambah di bank account kami.Jadi kemana uang negara mereka salurkan? Kita tidak merasakan ada meningkatan dalam bidang pendidikan sebagaimana mr Humaidhi bilang bahwa dia mengalokasikan sebagian budget negara untuk biaya pendidikan, sebagian yang lain dia bilang di alokasikan untuk expats seperti biaya pengobatan yang relatif murah di rumah sakit dan klinik pemerintah, serta dia mengalokasikan buat subsidi air bersih dan listrik.
Bayangkan anda hidup di Kuwait dan negara teluk yang kaya minyak tapi kamu harus ngisi bensin dan membayar biaya tukang bengkel sama dengan orang yang tinggal di Inggris, Jordan atau negara bukan penghasil minyak, satu hal yang sama murahnya harga listrik dan air karena hampir di setiap negara, pemerintah mensubsidi dua hal tersebut.
Mengenai sekolah, kita lihat infrastrukturnya yang sudah tua dan memprihatinkan, kalah dengan sekolah sekolah swasta seperti American school dan British serta bilingual school, serta rendahnya kualitas pendidikan pemerintah. Jika anda berkunjung ke rumah sakit pemerintah, masih banyak rumah sakit yang punya bangunan lama, belum di renovasi, jika ada seperti di rumah sakit saya, mubarak habis di renovasi itu juga donatur dari orang-orang kaya, mengenai alat-alat kesehatan dan perlengkapan pasen, mulai dari jarum suntik, jarum infus, urine bag, gloves sampai hospital bed, jauh beda dengan dulu, sekarang berkualitas lebih rendah, dengan harga jauh lebih murah,cepat rusak dan cenderung di kurangi suplainya.
Coba anda jalan ke beberapa tempat di Kuwait, galian jalan di pinggir kiri dan kanan, kalau kemarau debunya minta ampun, kalau kena hujan beberapa hari air terus menggenang tak mau pergi,mulai dari Hawally, Farwaniya, apalagi Riggae daerah kami, galian jalan tak pernah selesai sampai sekarang. Kayaknya pemerintah Kuwait masih melihat sebelah mata terhadap pendatang, tidak welcome dan kesejahteraanya tidak mendapat perhatian seperti terhadap pribumi, apalagi kalau bicara tentang hak asasi expats, jangan harap kita bisa menuntut hak kita.Karena mulai dari anggota parlemen, sampai posisi posisi penting hanya orang pribumi yang pegang. Memang rasul bilang sebaik baik rezeki yang didapatkan dari kampung halamannya sendiri.Enakan gaji besar di negeri sendiri daripada gaji kecil di negeri orang. He, he, he.

Thursday, January 25, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Seruan untuk Ikhwan

Seruan dari Mursyid Aam Ikhwanul muslimin: Mahdi Akif,
diterjemahkan oleh nur Aziz Lc.

Seruan untuk Ikhwan

Sesungguhnya landasan bagi semua amal-amal hanyalah mencari ridho Allah SWT, baik dalam hal-hal yang besasr atau dalam hal-hal yang kecil.

Imam Hasan Al-Banna dalam risalah "Bainal amsi wal yaum" memberikan nasehat kepada kita semua berkenaan dengan keadaan yang akan kita hadapi, seakan-akan beliau melihat sensri kejadian-kejadian yang menimpa kita:

"Semua pemerintahan akan menghadang dan menghalang-halangi kita semua kegiatan-kegiatn dan jalan kalian, dan para tirani yang kejam akan berusaha dengan segala cara untuk menindas kalian dan memadamkan cahaya dakhaw kalian, mereka akan dibantu oleh pemerintah dan pegawai-pegawainya yang lemah akhlaqnya, dan juga dibantu oleh para penjilat yang menegadahkan tangan dengan lemah kepada mereka tapi dengan tangan yang sama menjadi besi yang menindas kalian. Dan semua akan mencoba memberikan syubuhat-syubuhat dan tuduhan-tuduhan yang diada-ada, dan dengan kekuasaan, harta, dan pengaruh mereka, akan berusaha mencitrakan kita dengan citra yang buruk dan mengumumkan hal tersebut kepada semua masyarakat, dan pada saat itu tentu kalian akan mendapatkan ujian dan cobaan yang berat, ada dari kalian yang dipenjara, ditangkap, dipindah paksa, diambil paksa harta-harta miliknya, diberhentikan dari kerja, digeladah rumah-rumahnya, dan ujian tersebut mungkin akan berlangsung tidak sebentar.
(Apakah manusia-manusia itu mengira mereka akan dibiarkan berkata bahwa kami beriman sedangkan mereka tidak diuji?) Al-Ankabut:2.
tetapi Allah SWT menjanjikan bagi kalian menolong para mujahid dan memberikan ganjaran bagi orang-orang ynag berjuang dan beramal dan menolong agama Allah...Apakah kalian tetap teguh menjadi Ansharulah (penolong-penolong Allah?)

Para ikhwan tercinta...
Kita tetap teguh untuk menjadi ansharulla, yang berdiri di depan pintu Allah dengan khusyuk dan tadharruk (merendahkan diri) menengadahkan tangan meminta pada Allah,
(Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketiak datang siksaan kami kepada mereka)(Al-An'am:43).

Sesungguhnya kita perlu untuk merendahkan diri dan berdiri dihadapan Allah seperti orang-orang yang dalam kesulitan besar,
(Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia)sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).(Annaml:62)

Ikhwan dan akhwat
Pada waktu-waktu ini, kita sangat perlu dan butuh untuk bersama-sama mengerjakan ketaatan pada Allah, menjauhi segala maksiat-maksiatNya, kita angkat tangan kita dan kita panjatkan do'a kita dengan istighdar dan dzikir.

Kita ingin bersama-sama berbaris pada suatu malam, bersama ikhwan kita, sehingga Allah melihat kita semua, besar kecil, perempuan dan laki-laki, semuanya sedang rukuk, sujud, bertasbih kepadaNya.

Yaa Allah keluarkan kami dari cobaan-cobaan ini...

Kita ingin suatu malam kita bersama-sama mengingat-ingat cerita Ashabuk ghar, ketika pintu gua ditutup bagi mereka, maka mereka semua bermunajat dan merendahkan diri dihadapan Allah dengan menyebutkan amal-amal kebaikan mereka, maka akhirnya Allah mengeluarkan mereka.

Maka hendaknya setiap ikhwan dan akhwat, menyempatkan satu malam, duduk dan munajat kepada Allah dengan menyebut satu amal kebaikan yang kita ingat itu adalah amal yang ikhlas hanya untuk Allah, tidak tercampur dengan riya dan sum'ah, dan berdo'a kepada Allah dengan wasilah amal tadi supaya Allah mengeluarkan kita dari segala cobaan.

kita perlu untuk mengkhatamkan bacaan al-qur'an yang mana para malaikat turun ketika khatmil qur'an, dan pada saat itu kita berdo'a, yaa Allah keluarkan kami dari segaa cobaan...

Ikhwan dan Akhwat tercinta...
kita perlu untuk segera bertaubat dari segala aib dan khilaf...Kita perlu untuk lebih mendekatkan diri dengan para qiyadah dan jama'ah kita...kita perlu untuk lebih mengeratkan ukhuwah dan hubungan batin kita..kita perlu untuk saling menasehati dan mencampakkan perselisihan diantara kita...

Ikhwan dan akhwat tercinta...
Dengan ini marilah kita azamkan setiap ikhwan dan akhwat pada tahun baru ini untuk membuat perubahan yang lebih baik, dimulai dengan hal-hal berikut.
1. Mengkhatamkan Al-qur'an, dimulai pada tanggal 1 muharram 20 Januari dan khatam pada tanggal 19 februari hari senin, kita khatamkan pada saat kita sedang berpuasa, dan pada saat itu kita semua berdo'a. (untuk ikhwah di Kuwait bisa disesuaikan waktunya).
2. Setiap malam bangun sebelum fajar sholat dua rakaat paling tidak seperempat jam sebelum subuh.
3. Menjaga sholat berjamaah terutama subuh.
4. Shaum pada hari Asyura yang mana pahalanya adalah menghapuskan dosa-dosa setahun.

ikhwan dan akhwat tercinta...
Seruan ini untuk kita semua...
Dan atas nama semua keluarga yang anggota keluarganya ada yang hilang...
Atas nama semua anak-anak yang tidak bisa melihat bapaknya..
Atas nama istri-istri yang dipisahkan dari belahan jiwanya...
Atas nama para keluarga yang dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang membawa merekka kepada jalan yang tidak jelas...
Atas nama mereka...
Kami memohon agar kegiatan-kegiatan diatas bisa dilaksanakan...semua saling bantu membantu yang besar, yang kecil, yang laki-laki atau perempuan, semua berusaha untuk melaksanakan seruan ini... dengan keyakinan bahwa:"kemenangan bersama orang-orang ynag sabar, dan bahwa setiap ujian akan ada jalan keluarnya, dan setiap kesulitan akan ada penyelesaiannya...

Washollallahu alaa sayyidina Muhammadi wa alaa alihi washowbihi ajmain...

Tuesday, January 23, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

daurah qiyadiyah pip pks kuwait



Alhamdulillah, acara daurah qiyadiyah bisa terselenggara dengan lancar, yang dimulai pada pukul 9 pagi waktu setempat sampai dengan jam 4 sore, bertepatan dengan tahun baru 1428 hijriyah, 20 januari 2007. Sebagian besar pengurus bisa hadir dan mengikuti acara sampai selesai, acara dibuka dengan tilawah al-qur'an oleh qori, Akh Fitra, dari bidang dakwah, kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dan sekaligus membuka acara oleh ketua pip pks Kuwait yang baru Akh Nur Aziz lc. Daurah pertama Abu Ridho, anggota dewan penasehat pip pks kuwait membahas materi tentang manajemen dan kepemimpinan menurut Sirah Nabawiyah, beliau meyampaikan dalam bentuk makalah tentang prototipe pemimpin-pemimpin Islam yang telah sukses memimpin, mulai dari Rasulullah SAW, Khulafaur rashidin, sampai Pemimpin di abad 20 As shahid Hassan Al-Banna, kemudian dilanjutkan dengan session pertanyaan, peserta daurah akh Edi dari kontingen Tekhnisi helikopter bertanya; apakah wajar bagi pengurus sebuah partai dakwah mendapatkan upah atau gaji? kemudian di jawab oleh Abu Rido, pemateri, upah, imbalan atau gaji dalam sebuah partai, lembaga atau haiah khoiriyah bukan sesuatu yang tabu, karena sudah ada persentasinya, dan yang termasuk mustahik zakat(amilin), kemudian dilihat dari sirah, khulafaur rashidin juga di gaji dari baitul mal.Materi yang kedua disampaikan oleh ketua PIP PKS Kuwait sendiri, akh Nur Aziz lc,dengan tema profil pks dan job description, beliau menyinggung tentang kepengurusan pks di luar negeri, dalam masalah struktur kepengurusan tidak ada aturan baku dari pusat dan diberikan keluasan, otonomi sebesar mungkin bagi kita untuk membentuk struktur kepengurusan sesuai dengan kondisi dan iklim setempat. Sesuai dengan amanat munas tahun 2005, yang waktu itu ikut hadir perwakilan dari kuwait, target pemenangan pemilu tahun 2009, kita harus mempunyai kader 1,6 juta kader, dengan target 20 juta pemilih, dan masuk katagori 3 besar.
Walaupun sepintas perolehan suara kelihatan mudah, tapi kenyataannya merupakan tugas yang berat yang perlu kerja keras, tapi pip pks kuwait tak kalah potensinya di banding perwakilan lain di luar negeri, yang jumlah kader intinya relatif banyak, di negara lain contohnya UK, kader inti hanya berjumlah 5 orang, di pakistan hanya 4 orang menurut data tahun 2005.Pemilu 2009 diambang pintu, beliau memberikan pesan dan amanat untuk pencapaian kader baru sebesar-besarnya, kalaupun kondisi emergency minimal one get one sesuai amanat munas dulu.
Daurah ketiga, disampaikan oleh Bapak Deni Lesmana Mkom, beliau seorang diplomat KBRI Kuwait yang diutus deplu, walaupun dalam usia yang relatif masih muda tapi dalam berkarir beliau termasuk orang yang sukses, pengalaman organisasi tak diragukan, mantan aktifis HMI ini pernah ditugaskan di Dili, dan pernah juga jadi dosen di UI. Beliau di minta oleh Partai keadilan sejahtera untuk mengisi materi tentang birokrasi dan pemerintahan. Dalam waktu kurang lebih satu setengah jam beliau menyampaikan materi tentang diplomasi luar negeri, tanpa teks. Sungguh menarik materi yang beliau sampaikan, bisa dibilang dia pakarnya dalam bidang tersebut, Selain beliau memiliki beberapa spesialisasi dalam ilmu yang lain, sastra arab dan sejarah islam. Beliau memaparkan dari awal tentang birokrasi, Max Webel mempunyai peran besar dalam lahirnya sebuah birokrasi, walaupun sebelumnya telah lahir cikal bakal birokrasi pada zaman hamurrabi, Yunani, kemudian Zaman pergeseran budaya timur ke barat. Ada tiga poin dalam birokrasi, pertama; Pendelegasian wewenang, kedua, pemisahan bidang-bidang tertentu dan ketiga impersonalitas( menanggalkan baju pribadi). Tujuan utama birokrasi adalah untuk memakmurkan dan membuat kestabilan.Teorinya, normatif, caranya: ada yang evolusi dan ada yang revolusi. Kemudian beliau melanjutkan ke pembahasan tentang diplomasi publik. Tugas seorang diplomat ada 5:Pertama: Representating, kedua: Promoting ketiga: Protecting keempat:Negotiating kelima:Reporting. Manfaat dari diplomasi akan dirasakan oleh seluruh komponen masyarakat.berangkat dari itu, tugas diplomasi adalah bukan semata-mata tugas seorang diplomat, tapi juga tugas bagi seluruh warga negara indonesia yang berada di luar negeri, bagaimana membikin imeg yang baik, tentang citra indonesia, memberikan perlindungan dan bantuan bagi warga negara indonesia, dan melapotkan kejadian-kejadian yang istimewa kepada KBRI. Karena Indonesia termasuk negara ketiga yang sukses dalam demokrasi di dunia. Setelah panjang lebar memaparkan materi, karena waktu yang tidak mengizinkan, pembahasan selesai setelah menjawab beberapa pertanyaan dari peserta daurah. Materi ke empat disampaikan oleh Siswanto, ketua Indonesian national nursing association in kuwait(INNAK), tak kalah penting dan menarik dari materi sebelumnya, beliau telah malang melintang dalam dunia organisasi, walaupun singkat tapi padat dan mengena sasaran materi yang disampaikan beliau, manajemen organisasi. Jam 4 Pm acara selesai di tutup dengan doa, dan foto-foto, daurah qiyadiyah ke dua akan di lanjutkan pada bulan februari.Mudah-mudahan ilmu yang kami dapatkan diaplikasian dalam bentuk amal.Amiin.

Saturday, January 20, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

KBRI-Kuwait dan Perkibar merayakan tahun baru 1428 hijriyyah


Kemarin malam kami sekeluarga pergi ke Embassy Indonesia di Keifan, dalam rangka menyambut tahun baru islam 1428 Hijriyyah, sekaligus penyambutan Dubes baru RI Bpk prof Faisal Ismail, dan malam penghargaan bagi para ustadzah atas jasa-jasanya yang selama ini mengajar di TPA KBRI. Acaranya sungguh sangat meriah walau tampak sederhana, di hadiri oleh beragam masyarakat Indonesia, dari berbagai region dan profesi, tapi mayoritas yang hadir adalah yang berkeluarga, karena selain ikut hadir anak-anak mereka ikut memeriahkan acara dengan, lagu-lagu Islami, pembacaan doa-doa harian, surat-surat pendek dan puisi tentang hijrah nabi, yang sebelumnya dibuka dengan sambutan dari bapak dubes RI yang baru, prof Faisal Ismail, yang dalam sambutannya beliau menyinggung tentang hijrannya rasul, dan ibrah atau beberapa pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya, terutama dalam momen tahun baru islam ini, kita semua harus ada peningkatan ke arah yang lebih baik dari segi moral dan intelektual.Acara demi acara telah dilalui, akhirnya sampai juga kepada acara tausiyah oleh ustadz Nur Aziz lc,beliau lulusan universitas Kuwait, yang telah dikarunia momongan seorang putri, beliau juga aktif menulis dalam blognya, yang bisa kita lihat di .Dalam pembukaan ceramahnya beliau menyampaiakan poin tentang peran seorang guru dalam mengajar, bahwa ustadz dan ustadzah mempunyai peran dan jasa yang sangat besar dalam faktor mendidik anak, bahkan menurut seorang penyair mesir, Ahmad Syauqi bilang: hormatlah terhadap guru-guru kalian karena derajat mereka hampir sama dengan Rasul. Dilihat dari tujuan utamanya menyampaikan risalah, mengajar dan mendidik.Kemudian Ustadz Aziz juga sedikit mengulang kembali detik-detik hijrahnya Rasul tercinta dari mekah ke medinah, bagaimana rasul saw harus meninggalkan tanah kelahirannya, dan walaupun makar dari pihak kafir Quraisy begitu hebatnya, tapi karena izin dan perlindungan dari Allah swt, Rasul saw dan Abu Bakar As Siddiq sampai di medinah dengan selamat, yang disambut oleh kaum anshor dengan salawat badar.Setelah sesampainya di Medinah, Rasul lalu membuat perjanjian terhadap penduduk medinah dari kaum muslim, yahudi dan muhajirin yang belum masuk Islam untuk bekerja sama dalam mempertahankan Medinah dari serangan musuh. Rasul juga membangun mesjid sebagai sarana persatuan bagi umat Islam. Sehingga penulis barat sekalipun mengakui bahwa kota Medinah yang dibangun oleh Rasulullah sudah memberikan indikator sebagai negara modern, civil society, karena berdaulat penuh, mempunyai undang-undang dan pemerintahan.Setelah ustadz Nur Aziz bercerita panjang lebar, akhirnya di tutup dengan doa yang dipimpin oleh beliau sendiri. Acara terakhir diteruskan dengan pemerian hadiah dan penghargaan kepada ustadz dan ustadzah pengajar TPA, dan juga pemberia hadiah kepada anak-anak tpa yang telah berani tampil menunjukkan kepandaiannya dari apa yang diperoleh sang guru.Akhirnya acara inti bagi saya dan rekan-rekan yang lain yaitu makan malam yang dijamu oleh KBRI, setelah makan-makan selesai diteruskan dengan acara foto-foto, begitu senangnya hukma, lari-lari sama anak-anak yang lain sampai gak mau diajak pulang.Sampai dirumah, langsung bergegas untuk beristirahat, karena besok paginya harus menghadiri acar daurah qiyadiyah pip pks kuwait untuk kepengurusan yang baru.

Thursday, January 11, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

WHAT IS FIRST AID?


First aid is the immediate assistance or treatment given to someone injured or suddenly taken ill before the arrival of an ambulance, doctor or other appropriately qualified person. The person offering this help to a casualty must act calmly and with confidence, and above all must be willing to offer assistance whenever the need arises.

Being a First Aider

Most people can, by following the guidance given, give useful and effective first aid. However, first aid is a skill based on knowledge, training, and experience. The term “first Aider” is usually applied to someone who has completed a theoretical and practical instruction course, and passed a professionally supervised examination.

AIMS OF FIRST AID
 To preserve life
 To limit worsening of the condition
 To promote recovery

THE FIRST AIDER IS:
 Highly trained
 Examined and regularly re-examined
 Up-to-date in knowledge and skill

BEING A FIRST AIDER

The first aider learned from a manual or course is not quite like reality. Most of us feel apprehensive when dealing with “the real thing”. By facing up to cope with the unexpected.

Doing your part
First aid is not an exact science, and is thus open to human error. Even with appropriate treatment, and however hard you try, a casualty may not respond as hoped. Some conditions inevitably lead to death, even with the best medical care. If you do your best, your conscience can be clear.

Assessing risks
The golden rule is, “ First do no harm”, while applying the principle of “calculated risk”. You should use the treatment that is most likely to be of benefit to a casualty, but do not use a doubtful treatment just for the sake of doing something.

The “Good Samaritan”
This principle supports those acting in an emergency (but not those who go beyond accepted boundaries). If you keep calm, and you follow the guidelines ,you need not fear any legal consequences.
PROTECTING THE CASUALTY
To avoid cross-infection when giving first aid, if possible you should:
 Avoid direct contact with body fluids where possible
 Wash your hands
 Wear protective gloves.
If gloves are unavailable, life-saving treatment must still be given.

YOUR RESPONSIBILITIES AS A FIRST AIDER
 To assess a situation quickly and safely, and summon appropriate help.
 To protect casualties and others at the scene from possible danger.
 To identify, as far as possible, the injury or nature of the illness affecting a casualty.
 To give each e early and appropriate treatment, treating the most serious condition first.
 To arrange for the casualty’s removal to hospital, into the care of a doctor, or to his or her home.
 To remain with a casualty until appropriate care us available.
 To report your observations to those taking over care of the casualty, and to give further assistance if required.
 To prevent cross-infection between yourself and the casualty as much as possible.

GIVING CARE WITH CONFIDENCE

Every casualty needs to feel secure and in safe hands. You can create an air of confidence and assurance by:
 being in control, both of yourself and the problem;
 acting calmly and logically;
 being gentle, but firm, with your hands, and speaking to the casualty kindly, but purposefully.

Building up trust
Talk to the casualty throughout your examination and treatment.
 Explain what you are going to do.
 Try to answer questions honestly to allay fears as best you can. If you do not know the answer, say so.
 Continue to reassure the casualty even when your treatment is complete-find out about the next-of-kin, or anyone else who should be contacted about the incident. Ask if you can help to make arrangements so that any responsibilities the casualty may have, such as collecting a child from school, can be taken care of.
 Do not leave someone whom you believe to be dying. Continue to talk to the casualty, and hold his or her hand, never let the person feel alone.

Talking to relatives
The task of informing relatives of a death is usually the job of the police or the doctor on duty. However, it may well be that you have to tell relatives or friends that someone has been taken ill, or has been involved in an accident.
Always check that you are speaking to the right person first. Then explain, as simply and honestly as you can, what has happened, and, if appropriate, where the casualty has been taken. Do not be vague or exaggerate; you may cause undue alarm, it is better to admit ignorance than to give misleading information.

Coping with children
Young children are extremely perceptive and will quickly detect any uncertainly on your part. Gain an injured or sick child’s confidence by talking first to someone he or she trust-a parent accepts you and believes you will help, this confidence will be conveyed to the child.
Always explain simply to a child what is happening and what you intend to do;
Do not talk over his or her head. You should not separate a child from his or her mother, father or other trusted person.

LOOING AFTER YOURSELF
It is important not to jeopardize your personal safety. Do not attempt heroic rescues in hazardous circumstances.

Coping with unpleasantness
The practice of first aid can be messy, smelly, and distasteful, and you may feel that you will not be able to cope with this. Such fears are common but usually groundless. First-aid training will bolster your self-reliance and confidence and will help you to control your emotions in a difficult situation.

Taking stock after an emergency
Assisting at an emergency is a stressful event, and you may suffer a delayed reaction some time afterwards. You may feel satisfaction r even elation, but it is common to be upset, particularly if the casualty was a stranger and you might not know the outcome of your efforts.

PROTECTING YOUR SELF AGAINST INFECTION

You may worry about picking up infections from casualties. Often, simply measures such as washing your hands and wearing gloves will protect both you and the casualty from cross-infection.
However, there is a risk that blood-borne viruses, such as hepatitis B or C and HIV (which can lead to AIDS-Acquired Immune Deficiency Syndrome), may be spread by blood-to-blood contact.
These viruses can be transmitted only if an infected person’s blood makes contact with a break in the skin, such as a cut or abrasion containing blood or blood products, of another person. No evidence exists of hepatitis or HIV being passed on during mouth-to-mouth resuscitation.
To prevent cross-infection, you should:
 always carry protective gloves;
 cover your own sores or skin wounds with a waterproof plaster;
 wear a plastic apron when dealing with large quantities of a casualty’s body fluids and wear plastic glasses to protect your eyes against splashes;
 take care not to prick yourself with any needle found on or near the casualty, or to cut yourself on glass;
 if your eyes, nose or mouth or any wound on your skin is splashed by the casualty’s blood, wash thoroughly with soap and water as soon as possible, and consult a doctor;
 use a mask or face shield for mouth to mouth ventilation if the casualty’s mouth or nose is bleeding;
 dispose of blood and waste safely after treating the casualty

Seeking immunization
First Aiders should seek medical advice on hepatitis B immunization from their own doctors. If, after giving first aid, you are concerned that you have been in contact with infection of any sort, seek further medical advice.

Friday, January 05, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Perlakuan dunia yang tidak adil

Oleh : Sandi Effendi

Perlakuan tidak fair sudah menjadi hal yang biasa dilakukan terhadap beberapa Negara. Yang menderita berkepanjangan dalam kerusuhan, kekacauan perang saudara, menjadi berita yang basi karena terlalu berulang-ulang ditayangkan di media masa tanpa ada solusi dan usaha perdamaian dari Negara lain dan PBB. Semua itu telah menjadi catatan sejarah. Ethiopia secara illegal telah meninvasi Negara tetangganya yang berpenduduk muslim Somalia, tapi dunia terdiam. Mogadishu tanpa hukum beberapa tahun lamanya, kemudian menjadi sedikit sejahtera tatkala islamist menduduki pemerintahan.Sekarang Ethiopia mencaplok tanah Somalia dengan mengirimkan pasukannya.
Dimana Amerika sekarang, yang dengan slogannya demokrasi?Washington secara cepat berkabung atas berbagai serangan terhadap Israel, tapi berbeda ketika yang diserang adalah Negara-negara muslim, tidak ada respon yang berarti dari dunia. Israel menduduki tanah palestina dan mencaplok sebagian tanah Siria, Amerika menginvasi Iraq dan Afghanistan, yang mengantarkan iraq ke perang saudara, hampir tiap hari nyawa sipil melayang tanpa arti, jiwa manusia sudah tidak bernilai lagi, Russia menduduki Chechnya, beratus-ratus orang dikubur dalam satu lobang, yang penjahat perangnya belum diadili sampai sekarang, satu sudah mati tanpa hisab yang jelas, Ethiopia menginvasi Somalia…tapi tak ada complain dari dunia internasional.Sangat naas nasibnya Negara Islam yang harus berjuang keras mempertahankan eksistensinya sendiri, mengembalikan tanah teritoritinya.Dewan syariah Somalia memfatwakan kepada warga negaranya jihad melawan penginvasi dari Ethiopia tanpa respon positif dari dunia, hanya dukungan moril dari kelompok Al Qaeda yang di klaim sebagai organisasi teroris, mulut busuk dan fitnah apalagi yang akan di tuduhkan kepada Somalia oleh Negara-negara barat?
Walaupun Negara kuat seperti Kuwait, ketidak sewenang-wenangan yang didapatkan terhadap Negara Islam tidak mendapatkan perhatian yang serius dan kegusaran sebagai saudara sesama muslim. Sheikh Hamed Al-Ali menyatakan untuk bergabung berjihad melawan tentara Ethiopia. Serentak diblack list Amerika atas perbuatannya yang mengarah pada terorisme.
Somalia hanya sebentar mengenyang kedamaian. Pelabuhan dan Bandar udara dibuka untuk investor asing, dalam jangka tidak lama kelihatan Somalia sedikit sejahtera, ekonominya mulai meningkat, angka kemiskinan menurun. Tapi itu tidak lama berlangsung, karena mulai dicium Amerika, dia tidak suka situasi demikian, karena yang memegang pemerintahan adalah orang-orang Islami, yang dicurigai mempunyai link terhadap kelompok Al-Qaeda. Kelihatan, barat menginginkan demokrasi berjalan dimuka bumi, tapi tidak mau islam yang berkuasa. Hamas menang telak dalam pemilu yang jujur dan adil, tapi setelah menang di pemerintahan diboikot sama Amerika, karena dianggap organisasi teroris. Begitu juga dulu, Taliban di Afghanistan tidak lama berkuasa yang akhirnya di hancurkan oleh Amerika. Partai Islam pernah menang dalam pemilu di Turki, tapi tidak lama digulingkan lagi, begitu juga di Aljazair, partai Islam menang dalam pemilu kemudian dikudeta oleh militer, yang berakibat memakan banyak korban jiwa.
Sudah waktunya bagi barat meninggalkan sekularisme, dan demokrasi semu, rakyat sudah jenuh dengan penipuan dan pembohongan publik yang menyengsarakan rakyat kecil dan kaum minoritas, setelah sekian lama orang Islam mengadopsi system dari barat yang diyakini bisa mengatur kehidupan manusia, menuju civil society, ternyata cuman isapan jempol belaka yang ada cuman catatan sejarah yang di tulis oleh tinta darah manusia. Sudah waktunya bagi orang Islam kembali kepada ajarannya yang telah diemban oleh Rasulnya, kembali kepada manhaj yang sempurna yang di konsep oleh tuhan semesta alam yang dengan ilmu-NYA maha mengetahui yang gaib dan yang dzhohir, bukan mencari-cari pembenaran kosep bikinan manusia yang serba terbatas dan penuh cacat, barang siapa yang mencari agama selain Islam, dia akan menjadi orang yang merugi di akhirat.Insha Allah suatu hari Islam akan berjaya lagi mengatur system, menjadi rahmatan lil alamain.