<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d28801414\x26blogName\x3dabuhukma\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://abuhukma.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://abuhukma.blogspot.com/\x26vt\x3d5380708885081169909', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>


abuhukma

Monday, February 26, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Seberapa pentingkah penampilan itu bagi anda?

Hampir kebanyakan dari kita peduli tentang penampilan wanita, bagaimanapun mereka lebih perhatian tentang penampilannya daripada kaum pria. Ini hanya pendapat saya, alasannya mengapa demikian berbeda-beda jawabannya tergantung sosio-cultural seseorang,.
Apa definisi kecantikan? dan wanita yang bagaimana yang dikatakan cantik?apakah presenter wanita yang suka tampil di TV ataukah wanita yang berambut pirang? apa neraca ukuran yang bisa menilai wanita katagori cantik atau jelek?wanita yang bagaimana yang disebut jelek? apakah
wanita yang gemuk, atau wanita yang berparas jelek?
Bagaimanapun fakta menunjukkan masyarakat arab menilai bahwa kecantikan seorang wanita dinilai dari panjangnya rambut serta hitam bercelak matanya, berkulit putih juga termasuk suatu kelebihan. Jika perempuan berkulit putih dan terang akan menikah lebih cepat daripada wanita lain. Banyak laki-laki berlomba-lomba untuk mendapatkan wanita berkulit putih dan terang, karena akan kelihatan cantik dan menjadi pusat perhatian di masyarakat.
Wanita di masyarakat arab sekarang ini menginginkan lebih dari sekedar itu. Berambut pirang menjadi sangat popular belakangan ini, karena mereka menginginkan seperti Brithney Spear entah mereka itu cocok atau tidak dengan penampilannya dia. Kita ini hidup di negeri multi kultural yang sangat berat untuk memenuhi standar gaya hidup dan penampilan orang modern seandainya mereka pingin di terima di habitatnya. Iklan, fashion, dan media masa berperan besar dalam mempengaruhi pola pikir kita, kita menginginkan penampilan seperti halnya wanita-wanita yang kita lihat di televisi, ketidakpuasan terhadap penampilan kita kadang bisa mendorong seseorang untuk menutupinya secara berlebihan, bila perlu dengan bedah kosmetik.
Ada seorang wanita menikah setengah baya yang sangat berambisi untuk tampil cantik, dia melihat iklan tentang klinik bedah kosmetik yang bisa mengubah seseorang dari gemuk berwajah jelek menjadi berwajah cantik dan bertubuh langsing. Dia langsung pergi ke klinik tersebut tanpa berfikir dua kali terhadap efek samping dan bagaimana hukumnya dalam islam. Alhasil, operasi tidak berjalan mulus sesuai dengan yang dia impikan sebelumnya, dia masih dalam keadaaan koma dirumah sakit selama 3 tiga tahun sampai sekarang, dan keluarganya mengharapkan keajaiban untuk kesembuhan dia.
Apakah anda termasuk orang yang pernah punya pengalaman negatif tentang penampilan anda? gak usah diambil pusing tatkala ada seseorang yang berkomentar negatif tentang diri anda, bagaimanapun kondisinya,tanamkan sikap positif thinking dalam menilai diri kita, sehingga segala sesuatu bisa menjadi baik. Suatu hari sahabat-sahabat Rasul SAW menertawakan betisnya Ibnu Mas'ud yang kecil kerempeng karena kelihatan ketika dia sedang memanjat pohon kurma, kemudian rasulullah menegur sahabat, seandainya kalian tahu kemuliaan Ibnu Mas'ud, dia lebih mulia dari dunia dan seisinya, bukankan rasul juga bilang beruntung urusan orang islam tatkala dia mendapatkan kebahagiaan dia bersyukur mengucapkan Alhamdulillah itu baik bagi dia, tatkala kena musibah dia bersabar mengucapkan inalillahi wainna ilaihi raajiun,dan itu baik juga bagi dia. Dan Allah SWT melihat hambanya bukan dari cantik atau tampan paras mukanya tapi Allah SWT melihat hambanya dari hati dan amalan-amalannya (ketakwaannya).


Saturday, February 24, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Civilized or uncivilized?

Hidup di Negara Arab, Negara Kuwait, bisa dibilang gampang-gampang susah bagi sebagian orang. Mudah dalam artian simple life, segala hal bisa dijangkau dengan mudah karena areanya yang relative kecil dibanding dengan Negara kita.Dunia kerja di sebagian banyak profesi tidak terlalu dituntut perfectionist, karena atasan-atasannya, policy makersnya orang-orang pribumi yang mempunyai etos kerja” halli walli/who care”, yang banyak liburnya daripada kerjanya,coba kita hitung, summer holiday 3 bulan, national days liburan 3 hari, liburan hari raya, libur kamis-jumat, liburan tahunan mereka, maternity leave tiap tahun bagi kalangan wanitanya, emergency leave ditambah sick leave. Kalau dihitung-hitung pertahun, lebih banyak libur daripada kerjanya, makanya banyak sebagian besar proyek pemerintah yang terbengkalai, tak urung selesai, mulai dari proyek saluran pembuangan air limbah, air bersih sampai proyek jalan raya.Hidup di Kuwait mudah karena kemana saja bisa di akses dengan mobil pribadi, Kuwait mobil merupakan kendaraan popular seperti halnya sepeda yang lebih popular dari pada kendaraan bermotor di beberapa Negara dan kota di dunia, di Kuwait orang kemana-mana pakai mobil, ke tempat kerja, ke store, berkunjung ke tetangga yang hanya beberapa meter, sampai ke mesjid juga pakai mobil, semakin manja semakin malas untuk jalan, semakin banyak orang yang over weight dan obesity, karena sedentary lifestyle. Di Kuwait juga orang dimanjakan dengan fast service food dan delivery servicenya, mau makanan macam apa saja ada, dari high carbs makanan sampah ala Amerika, Arabic, Chinese, Japanese sampai Indian food bisa diorder lewat tlp dan di antar ke tempat tujuan dalam keadaan fresh dan hot. Bukan Cuma makanan, laundry, barang electronic, alat-alat rumah tangga, tenaga medis, sampai private teacher bisa dipanggil ke rumah dan siap melayani kebutuhan kita setiap saat.,seperti trend di Amerika awal tahun 80an. Kalau bicara dunia entertainment bisa dengan mudah kita dapatkan di Kuwait, dari shoping mall first class, sampai sarana hiburan, camping area, ice skating dan rekreasi pantai, seperti fishing, boating, swimming dan diving itu semua bisa kita nikmati di Kuwait.
Tapi bisa juga dibilang susah hidup di Negara Kuwait karena di samping iklimnya yang extreme 50 derajat celsius di musim panas yang tidak akan bisa hidup tanpa AC dan dibawah 10 derajat di musim dingin, juga pribuminya yang kurang welcome terhadap pendatang, tidak ramah dan kasar, yang menjadi rahasia umum diskriminasi dimana-mana. Menurut data dari Human Rights Watch, kasus pelanggaran terhadap hak asasi manusia di dunia paling banyak didapatkan di Negara timur tengah yang berpenduduk arab, di satu sisi pihak Barat dan Amerika sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia, di lain pihak mereka juga memelihara eksistensi dictatorship penguasa-penguasa Negara arab. Sebagai contoh pelanggaran terhadap kemanusiaan di Kuwait adalah kasus
eksploitasi tenaga kerja, seperti nasib pembantu yang tidak digaji oleh majikannya berbulan-bulan dengan kerja yang sangat berat, mulai dari membersihkan rumah yang besar, merapihkan taman, mencuci mobil, juga harus menjamu tamu-tamu yang berkunjung ke rumah tuannya sampai larut malam sementara dia harus bangun lebih awal di pagi hari untuk menyiapkan sarapan, memandikan anak-anak majikannya untuk pergi ke sekolah, yang kalau ada kesalahan seperti language barrier karena pendidikan yang rendah atau tidak bisa mengoperasikan alat-alat rumah tangga yang serba elektronik tak tanggung-tanggung kena pukul, tampar, di siram sama air panas atau di lempar dari atas gedung. Ada satu kasus yang menarik untuk di cermati, 20 tahun yang lalu ada seorang pemuda Kuwait di temukan dalam keadaan unconscious di mobilnya, kemudian di bawa ke emergency room oleh ambulance, setelah didiagnosa, hasil ct brain menunjukkan adanya brain edema karena over doses miras. Kondisinya tidak membaik dan terus dalam keadaan comatos, sehingga patient tersebut di rawat di ruang medical dengan kondisi bedridden yang memerlukan perawatan yang intensive mulai dari feeding sampai memandikan akhirnya pihak keluarga mendatangkan pembantu dari Pilipina untuk merawat anaknya secara intensive di rumah sakit, dengan kehadiran pembantu itu kondisi patient sangat terawat dan bersih, walaupun patientnya tidak sadarkan diri, selama 5 tahun pembantu tadi dipekerjakan dirumah sakit oleh majikannya 24 jam 7 hari seminggu tanpa off duty, dia minta cuti untuk pulang ke pilipina di tolak sama majikannya akhirnya pembantu tadi mengalami gangguan mental dan menjadi gila yang singkat cerita di pulangkan kenegaranya dalam keadaan gangguan mental,selanjutnya orang tua patient tadi mendatangkan pembantu orang India untuk merawat anaknya, karena tidak bisa merawat, akhirnya anaknya meninggal akibat infeksi setelah 20 tahun dalam keadaan coma. Ada lagi kisah tragis di awal bulan ini masih pekerja orang pilipina, ceritanya dia mendatangkan istri dan anak gadisnya untuk berkunjung dan menikmati kebersamaan bersama orang yang dicintai di Kuwait, suatu hari mereka pergi berlibur jalan-jalan di sore hari untuk berbelanja di pasar jum’at, pasar yang hanya buka di hari kamis dan Jum’at, yang menyediakan segala jenis kebutuhan dengan harga yang relative murah mulai dari barang baru sampai bekas.Di tengah keramaian pasar, anak gadisnya di godai oleh orang arab Mesir, sebagian orang bilang sampai di sentuh badannya, spontan anak gadis tadi marah dan bilang ke ayahnya, kemudian antara si ayah dan orang arab tadi beradu mulut, pertengkaran usai sementara, tatkala keluarga pilipina ini mau pulang, di tempat parkir sudah di tunggui sama sekelompok orang arab yang mau menuntaskan masalah tadi, di jegalnya orang pilipina tadi dan dipukuli beramai-ramai yang akhir kisah, suami dan anaknya meninggal,dan istrinya sekarang di rawat di rumah sakit jiwa.
Contoh tadi adalah sebagian dari kasus pengekploitasian pembantu di dunia kerjanya, dan penganiayaan yang kalau kita amati dan baca di koran betapa banyaknya ditemukan tindak kriminal dengan kasus yang berbeda, belum kasus perkosaan sampai kasus pembunuhan, masalah tkw menjadi masalah klasik yang tak kunjung selesai. Apakah mereka termasuk orang-orang beradab? Ataukah tidak beradab? Dan siapakah orang beradab dan orang tidak beradab itu? Apakah label orang beradab hanya dimiliki oleh orang-orang yang berpostur tinggi, punya kedudukan, berkulit putih, pandai berbahasa Inggris dan arab, yang ugal-ugalan nyopir dijalan raya, yang tidak mau antri dalam barisan, yang kejam dan bengis suka menindas orang lemah, dan apakah orang yang tidak beradab adalah dari golongan orang yang berpendidikan rendah, tidak pandai berbahasa Inggris dan Arab, berasal dari dunia ketiga Asean berkulit gelap yang lugu dan siap untuk ditindas? Kepada siapa mereka mau mengadu? Kepada siapa mereka mau menuntut keadilan, siapa yang mau mendengarkan rintihan dan jerit tangis mereka?Akankah kita menyalahkan mereka?menyalahkan diri kita ? menyalahkan nasib menjadi orang kecil? Atau menyalahkan taqdir Allah SWT?
Memang hukum masih belum berpihak kepada yang benar, hukum masih berpihak kepada pribumi, hukum masih milik orang yang berkedudukan yang mempunyai harta dan kekuasaan. Ternyata masih panjang proses penegakkan syariat yang benar agar keadilan bisa dinikmati oleh siapa saja entah itu penguasa atau rakyat jelata.Tapi cepat atau lambat keadilan akan tegak, siapa yang salah akan dibalas setimpal sesuai dengan perbuatannya, entah itu tegak pada zaman kita, anak cucu kita, atau generasi masa depan, kalau kita tidak mendapatkannya di dunia, di akhirat nanti kita akan menuntut ketidak adilan dan kesewenang-wenangan orang, karena di hari itu tidak ada yang luput dan lari dari pengadilan Allah SWT.



Saturday, February 17, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Dengan apa kita masuk surga?



Masih ingatkah kita tentang kisah Yasser, Sumayyah dan Amar?Mereka orang-orang yang ketika didunia telah mendapat kabar gembira dari Allah SWT lewat lisan rasulullah SAW menjadi penghuni surga”sabar wahai keluarga Yassir tempat yang telah dijanjikan kalian adalah surga”Karena keteguhan iman mereka mempertahankan aqidah walaupun menghadapi siksaan yang sangat pedih dari kafir quraisy, sampai ajal menjemput mereka. Yasser dan Sumayyah. Kita juga masih ingat pelajaran di sekolah dasar tentang pahlawan islam sepanjang zaman, sahabat mulia rasulullah saw, Bilal bin Rabah, walaupun bertubuh tinggi kerempeng, berkulit hitam, tapi dia mempunyai kedudukan mulia di hadapan rasul dan para sahabat, dan termasuk yang dikabarkan rasul menjadi penghuni surga,seandainya Bilal tidak mendapatkan hidayah dan tidak masuk islam, namanya tidak akan semulia ini dikenang sepanjang sejarah oleh umat islam di seluruh dunia, mungkin namanya akan hilang ditelan bumi seiring dengan jasadnya yang hanya sebagai budak habasyah.Masih ingatkah anda tentang ahlul Badar, orang-orang yang ikut perang badar bersama rasulullah yang telah mendapatkan jaminan surga dari Allah swt. Kita juga diingatkan tentang cerita sahabat rasul yang mendapat kabar masuk surga karena sebelum tidur dia mempunyai kebiasaan memaafkan kesalahan saudara dan sahabatnya.
Alangkah beruntungnya mereka yang telah menggadaikan kehidupan dunia yang fana demi kehidupan yang kekal dan abadi, taqdir telah berlalu bagi mereka, sementara nasib kita belum jelas yang mudah-mudahan kita termasuk penghuni surga seperti mereka. Mungkin sempat terbersit dalam hati kita atau terucap dalam lisan kita, pantas bagi mereka mendapatkan derajat yang mulia dihadapan Allah SWT karena mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah yang dilahirkan disebaik-baik zaman yang selalu dibimbing oleh rasulullah tatkala khilaf ada rasul yang akan mengingatkan mereka, sedangkan kita, generasi akhir zaman yang sudah jauh dari kehidupan rasul yang hidup di zaman fitnah yang sudah bias mana yang benar dan mana yang salah, yang sulit mencari pigur, panutan dan pembimbing kita, yang sabda rasulullah orang yang berpegang teguh terhadap sunnahku di akhir zaman sangatlah sulit laksana memegang bara api. Memang ada benarnya pernyataan tadi, tapi jangan menjadikan kita berkecil hati dan malah berputus asa dari rahmat Allah swt, walaupun rasulullah telah tiada, sudah tidak di sisi kita lagi tapi beliau mewariskan al qur’an dan as sunnahnya kepada kita, yang barang siapa mengikutinya niscaya akan selamat, rasul juga memberikan kabar gembira kepada kita sebagai umat akhir zaman, yang barang siapa berpegang teguh dan mengerjakan amal shaleh maka Allah SWT akan memberikan pahala kepada kita sebesar 50 kali pahala shahabat rasulullah. Pintu surga dibuka lebar-lebar, walaupun dosa kita seluas lautan, rahmat dan ampunan Allah lebih luas dari itu,masih ingatkah kita tentang cerita seorang pembunuh yang pingin bertobat, dia telah membunuh 99 orang, kemudian dia menyampaikan keinginannya untuk bertobat kemudian dia mendatangi seorang alim dan menyampaikan hasratnya, jawab orang alim tsb, Allah tidak akan mengampunui dosa anda, karena kesal dengan jawaban tadi akhirnya sipembunuh menghabisi nyawa orang alim tadi sehingga genap membunuh 100 orang, kemudian dia tidak berputus asa dan pergi mencari seseorang yang bisa menjawab pertanyaannya, akhirnya ketemu sama seorang alim yang lain, dia bilang bahwa Allah akan mengampuni taubatan nashuha, dan dia harus berhijrah ke negeri yang baik, kemudian diperjalanan menuju ke negeri yang baik orang tersebut menemui ajalnya, dan Allah menerima taubatnya dan dia termasuk penghuni surga. Banyak pintu surga terbuka bagi kita, ada pintu Ar rayyan, pintu bagi orang yang berpuasa, ada orang yang masuk surga dengan pahala jihadnya, ada yang masuk surga dengan pahala shodaqohnya, banyak amalan-amalan kebaikan yang akan memperberat mizan hasanah kita, tinggal bertanya pada diri kita, apa amalan istimewa kita?bagaimana kita masuk surga? Maka Jadikanlah shalat Dhuha, shalat witir, qiyamullail kita,shaum sunnah, shodaqoh, birul walidain menjadi amalan istimewa kita, yang tatkala kita menghadap Allah swt, setiap pintu di surga memanggil kita agar berkenan masuk melalui pintunya. Amiin ya Rabbal alamiin.



Tuesday, February 13, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

generasi yang hilang

Generasi yang hilang
Kenangan waktu kecil masih kuat dalam ingatanku ketika habis sholat maghrib di surau membentuk lingkaran belajar mengaji mulai dari a,ba ta, tsa, alqur’an juz amma, sampai tilawah di qur’an yang besar cetakan Indonesia, ditambah dengan belajar tajwidnya.,yang mengajar kami waktu itu bapak saya, berkat kesabaran guru yang mengajari kami mengaji, alhamdulillah dengan bekal itu terasa manfaatnya sampai sekarang,terima kasih guru, terima kasih ayah, seandainya tidak dibekali belajar mengaji sewaktu kecil, mungkin kami akan menjadi orang-orang yang buta terhadap al qura’an, bisa jadi menjadi orang-orang suskes di dunia tapi bodoh dalam agama.Di sore hari ba’da ashar kami pergi ke sekolah agama, di situ kami mendapatkan pelajaran agama lebih dari sekedar baca al qur’an, walaupun cuma satu jam, karena mata pelajarannya berbeda setiap harinya, kami mengenal juga sedikit tentang aqidah, akhlak, fiqih, dan siroh.
Zaman berubah, kehidupan juga berubah, sewaktu saya pulang kampung budaya baik ini telah hilang di masyarakat, yang dulu surau sekarang berubah menjadi mesjid karena dibangun dengan megah, tapi sepi dari pengunjung, dan tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak, begitu juga yang dulu ada sekolah agama, sekarang libur untuk selamanya, entah tidak ada murid, atau tidak ada guru yang mengajar, ataukah tidak ada kesadaran dari para orang tua terhadap pentingnya pendidikan islam bagi anak-anak mereka?Sekarang kemanakah anak-anak generasi sekarang, apa aktifitas mereka,Ternyata banyak anak-anak kecil yang disibukkan di waktu maghribnya dengan menonton di channel-channel televisi swatsa bersama orang tuanya, film menjadi guru pembimbingnya, sinetron menjadi private teachernya. Ada juga anak-anaknya yang masih sibuk diluar dengan bermotor ria keliling kota sambil cari pasangan atau sekedar mejeng di mall, orang tuanya tidak sempat mengingatkan karena mereka juga sibuk cari nafkah dari pagi sampai sore, yang masih tidak cukup buat menghidupi keluarga di zaman sekarang ini. Mereka semata-mata menyerahkan dan mempercayakan pendidikan agama anak kepada guru yang mendidik mereka di sekolah, padahal kita tahu sendiri kurikulum system pendidikan kita, sangat minim proporsi pendidikan agama islam, hanya 2 jam pelajaran dalam satu minggu, apa yang akan kita dapatkan dari dua jam perminggu tadi, yang tidak bisa mengaji akan demikian sampai dia lulus sma, dan masuk ke universitas, maka tidak heran banyak mahasiswa-mahasiswa di fakultas agama, berfikiran menyimpang dari agama islam, karena mereka orang-orang bodoh yang tidak punya bekal agama dan takjub terhadap dosen-dosen produk barat,apakah lulusan universitas ini akan menjadi dai panutan dan tuntutan buat kita?Salah siapakah ini? Salah anak-anak, salah orang tua, atau salah pendidikan nasional yang sekular?Yang jelas telah ada generasi yang hilang, generasi qurani yang belajar dan mengajarkan agama kepada kita, bagaimanakah nasib masa depan anak-anak kita? Akankah mereka menjadi generasi yang asing terhadap agamanya sendiri, yang jelas kita semua mempunyai tugas yang berat, membentuk generasi muslim, membentuk peradaban islam mulai dari diri kita, mulai sekarang, bukan cuma janji kepada anak kita untuk memberikan pendidikan islam yang bagus di masa depan, tapi mulai sekarang kita harus berbuat..

Friday, February 02, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Imma'ah

Sebagian kelompok orang indonesia di sini boleh dibilang ikut-ikutan trend yang terjadi di sekitarnya.Dulu tahun 2000, lagi trendnya kitkat hp nokia, hampir setiap orang pada beli dan show off,waktu berlalu trend berubah. Musim laptop, orang pada beli, lagi musim orang beli mobil, teman-teman beramai-ramai kredit mobil baru dan used car.lagi musim nikah, orang-orang pada ikut-ikutan nikah.Masa lewat,yang single live hidup bersama dalam ikatan pernikahan untuk menyatukan perbedaan. Disadari, uang yang berlimpah selama hidup lajang, dirasa kurang setelah menjalani hidup berumah tangga, karena bertambahnya kebutuhan dan tanggung-jawab, sehingga beramai-ramai orang untuk cari partner sharing flat untuk mengurangi outcome. Seiring waktu berjalan, satu-persatu partner sharing pergi untuk mencari flat sendiri, karena dua kepala rumah tangga dalam satu rumah disadari atau tidak menyebabkan ketidak rukunan antar sesama kepala dan anggota keluarga. Seiring dengan persaingan hidup yang semakin tinggi, dan krisis ekonomi global yang sedikitnya berefek juga terhadap negara petrodollar Kuwait, menjadi hidup yang pas-pasan bagi orang yang berkeluarga dengan jumlah anak lebih dari satu yang sudah masuk usia sekolah, akhirnya mereka memutuskan harus berpisah dengan keluarga tercinta, ada yang mengirimkan anak-anak mereka ke Indonesia, kemudian tinggal berpisah di asrama yang disediakan ministry seperti dulu sebelum menikah, ada yang memulangkan anak istrinya ke Indonesia dan hidup lajang lagi di Kuwait.Alhamdulillah Yang belum terjadi di Kuwait adalah trendnya poligami, seperti maraknya issue poligami di Indonesia, dan yang saya khawatirkan, jika ada yang talaq, diikuti oleh orang lain, sehingga jadi trend, musimnya cerai, seperti para artis-artis kita, naudzubillah.
Fenomena ini secara tidak langsung adalah efek dari hidup kita bermasyarakat, memberikan pengaruh dan saling dipengaruhi, akibatnya kalau tidak ada filter dan konsep diri, efek negatif bisa berimbas ke kita, menjadi acuan hidup dan landasan berfikir. Imma'ah(ikut-ikutan) ini bisa kena ke siapa saja, di setiap status dan strata sosial, baik itu orang miskin, kaya, awam maupun alim. Di kalangan ustadz, lagi musimnya ceramah di televisi, ustadz pada disibukan oleh program televisi swasta, lagi musim sinetron, terkuras waktunya untuk mengikuti trend pasar, sehingga ahdaf atau tujuan tarbiyah untuk membina umat tidak selesai.lagi musim berjilbab di kalangan wanita, pada ikut-ikutan berjilbab, alhamdulillah walaupun masih jilbab gaul, tapi tatkala musim celana jeans yang longgar yang kelihatan auratnya kalo dibonceng motor, dan t shirt pendek yang kelihatan pusar, menyebebkan para abg berbondong-bondong melepaskan jilbabnya dan ikut-ikutan gaul.Sangat kuat sekali pengaruh lingkungan dalam membentuk karakter dan prilaku manusia, lingkungan adalah teman kita secara global, berinteraksi dengan lingkungan yang buruk, kita telah berteman dengan teman yang buruk, berinteraksi dengan lingkungan yang baik, otomatis kita sudah mempunyai teman-teman yang baik.Bukankah dalam Al-Qur-an disampaikan cerita tentang penyesalan seseorang di akhirat, masuk neraka karena teman-teman buruknya, yang menyeret mereka ke neraka, "seandainya aku tidak menjadikan si fulan teman karibku, aku tidak akan begini". Oleh karena itu kita mempunyai kewajiban untuk membentuk mileu yang baik, yang nilai kebaikan itu akan dirasakan oleh semua pihak, sehingga pencetus kebaikan insha allah akan mendapatkan pahala dari Allah SWT yang kontinyu walaupun dia telah meninggal, kita lihat bagaimana harumnya nama Imam Syafii dengan hasil karya beliau yang setiap orang, setiap generasi mengkaji kitabnya, menjadi pelita umat sepanjang masa di berbagai belahan dunia, walaupun beliau sudah wafat ilmu yang bermanfaat akan menjadi teman baiknya di alam barzah.Beda dengan seseorang yang menciptakan dan membikin keburukan dan kerusakan, lewat tangan beliau orang jadi sesat, lewat sarana beliau menjerumuskan seseorang ke neraka, sehingga bukan cuma dosa beliau, dosa-dosa orang lain akibat ulah dia ditimpakan ke dia, sehingga menumpuklah saham dosa, tatkala dia telah meninggal, hasil karya buruk dia masih dinikmati oleh orang yang masih hidup, mengalirlah dosa-dosa orang lain menjadi teman buruk untuk tambahan siksa kuburnya, naudzubillah. Seandainya kita tidak bisa membikin mileu yang baik, menciptakan kebaikan yang akan bermanfaat bagi orang lain, janganlah kita membikin kerusakan yang lewat tangan kita orang lain jadi ikut-ikutan. Standar yang ideal jadilah sosok yang yakhtalitun walakin yatamayyazun, berbaurlah tapi jangan sampai terkontaminasi.