<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d28801414\x26blogName\x3dabuhukma\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://abuhukma.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://abuhukma.blogspot.com/\x26vt\x3d5380708885081169909', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>


abuhukma

Thursday, March 29, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Pandangan poligami yang salah kaprah

      Walaupun isu poligami telah lama beredar di televisi,dunia internet dan telah lama dijadikan headline diberbagai media masa setelah dai kondang sekaliber nasional, bahkan dikenal dunia Aa gym menikah lagi, sehingga isunya tidak hangat lagi karena telah ditelan waktu, tapi ada perasaan yang menggelitik di hati saya untuk sekedar mengungkapkan unek-unek dan ketidak setujuan sebagian pendapat public, karena walaupun beritanya sudah basi tapi masalah poligami adalah masalah krusial yang terus terjadi sepanjang zaman. Prokontra terjadi dimana-mana , karena berpoligami di Negara kita belum lumrah dan masih tabu di kalangan orang awam tidak seperti halnya di Negara arab sudah menjadi sesuatu hal yang biasa karena didukung factor ekonomi yang sudah stabil dan mayoritas perempuan yang lebih banyak dari laki-laki. Beda halnya dengan di kita, ada yang bilang siapalagi yang akan aku jadikan panutan dan rujukan simpatiku telah hilang tatkala dai idaman saya ternyata menikah lagi, bagaimana perasaan istrinya tatkala dimadu, tidak kurang apa Teh Ninih sampai Aa gym berani melirik wanita lain dan menikahinya. Reaksi keras juga datang dari kaum emansipasi wanita tidak mau dimadu, dan protes tidak adanya persamaan hak dan derajat, kenapa kaum laki-laki bisa punya istri lebih dari satu dan kaum wanita hanya boleh punya suami satu, tidak adil dan unfair tidak setuju poligami, tapi acuh tak acuh terhadap perselingkungan dan perzinahan, dengan kata lain Polygamy no prostitution yes. Dari pihak perempuan muncul lontaran timbul perasaan cemburu, tidak diperhatikan lagi, perasaan terbuang dan menjadi orang kedua di hati suami. Berangkat dari surat An-Nisa’ ayat 3 bahwa boleh menikahi wanita dua, tiga dan empat asal berlaku adil, tapi seandainya tidak bisa berbuat adil cukup satu saja. Poligami adalah sunnah fi’liyah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan juga menjadi bagian hidup para salafush shalih, dengan menempatkan proporsi poligami kepada kedudukan yang benar. Ada dalil dan landasannya mengapa seorang muslim berpoligami. Jadi seandainya kita menentang dan mengingkari poligami, berarti kita telah mengingkari ayat 3 surat An nisa tadi.
     Beragam memang, ada sebagian orang berpoligami dengan mengikuti sunnah Rasulullah berlaku adil, mengangkat kaum wanita, menolong janda miskin dan wanita tua. Ada juga yang bersembunyi di balik baju poligami, niat hanya Allah yang tahu, bisa karena dari wanita simpanan yang awalnya menjalin hubungan gelap, ada yang karena tidak puas terhadap istrinya, bisa karena budaya, berpoligami dan banyaknya anak serta keturunan menjadi kebanggaan kabilahnya. Ada juga karena untuk melampiaskan kebutuhan syahwatnya yang tidak terpenuhi dari istri pertama.
     Timbangan terakhir kembali pada diri sendiri, bagaimana pandangan kita? Apakah kita yang termasuk mengingkari poligami atau pendukung poligami?. Pengusung kebebasan atau pengikut sunnah rasul?.Tapi tidak berarti orang Islam yang istrinya hanya satu dia tidak mengikuti sunnah rasul karena poligami bukan wajib hanya sunah, yang wajib adalah menikah bagi yang sudah mampu. Kepada kaum wanita muslim tidak ada alasan untuk mengingkari poligami karena sudah jelas hukumnya, tapi seandainya suami berkeinginan untuk berta’adud, hendaklah dikasih masukan yang bijak dengan meluruskan niat, dan berlaku adil karena berpoligami mempunyai konsekwensi yang tidak ringan. Kalau saya pribadi mengimani quran surat annisa ayat 3, tapi belum bisa berlaku adil dan masih berat untuk berlaku adil terhadap istri dan anak, sehingga poligami termasuk prioritas yang ke sekian.





Wednesday, March 28, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Rindu Rasulullah


     Hampir sudah dilupakan oleh sebagian umat Islam hari-hari besar yang mempunyai moment-moment penting dalam mengukir sejarah kejayaan Islam. Umat Islam di Indonesia dan sebagian besar di seluruh dunia lebih faham dengan penanggalan Masehi dari pada penanggalan Hijriyah. Kita secara tidak sadar lebih kenal dengan hari-hari besar dalam penanggalan Masehi seperti kapan momen tahun baru berlangsung, persiapan jauh hari di acara valentine day, ulang tahunnya, hari natal dan hari nasional tanggal-tanggalnya sudah hafal di luar kepala oleh anak-anak sekolah. Beda halnya dengan penanggalan tahun hijriyyah, system kalender umat islam, Kalau kita di tanya sejak kapan tahun Hijriyah dimulai, apa urutan-urutan bulan dalam hijriyah, dan sekarang kita memasuki tahun keberapa dalam hijriyah, dan tanggal berapa, bulan apa dan tahun berapa kita lahir dalam penanggalan Islam saya yakin masih banyak dari kita-kita yang belum tahu dan belum terbiasa dengan penanggalan hijriyah.
     Pada tanggal 12 rabbiul awal atau di Indonesia lebih dikenal dengan bulan Mulud, di tanggal itulah ada hari yang bersejarah dimana lahirnya seorang bayi yang telah tertulis di Lauhil Mahfudz cikal bakal seorang Nabi, 570 Masehi, bertepatan dengan tahun gajah. Lahirnya Makhluk pilihan Allah SWT ke muka bumi sebagai pembawa risalah terakhir bagi seluruh umat tanpa terkecuali, pembawa berita gembira dan duka, pemberi syafaat bagi umatnya di yaumul akhir, sosok teladan bagi seluruh manusia, soko guru dunia, pemimpin di keluarga, hakim dalam memutuskan perkara, Murabbi dalam membimbing shahabat dan umatnya, pemimpin Negara, panglima dalam perang, dan imam dalam shalat, itulah Rasulullah SAW, namanya dikenang sepanjang zaman oleh umat Islam diseluruh dunia, dari kalangan tua, muda sampai anak-anak sekolah dan pra-sekolah sudah diajarkan untuk mengenal dan mencintai Rasulullah SAW. Dikenal bukan karena semata-mata kepiawaiannya dalam memimpin, bukan karena kesuksesannya dalam mengatur siasat berperang, bukan karena ketajaman analisa politiknya seperti yang dituduhkan kaum orientalis dan misionaris. Tapi beliau diutus oleh Allah SWT sebagai pribadi pilihan seorang rasul, ucapannya bukan dari hawa nafsunya, tapi wahyu dari Allah SWT, kesuksesannya dalam memimpin bukan karena kecerdasan, bakat atau talent atau warisan dari kakeknya Abdul Muthalib, tapi karena seorang Rasul yang dibimbing oleh malaikat jibril melalui perantaraan wahyu, tulisan-tulisan Al-Qur’an yang begitu indah bukan beliau pandai bersyair, tapi itu firman Allah SWT, ramalan-ramalan dalam Al-Qur’an tentang masa depan, bukan ulasan-ulasan politik beliau tapi firman Allah SWT.
     Di bulan rabiul awal ini kita jadikan wasilah, muntalaq, untuk mengaji ulang sampai sejauh mana kecintaan kita kepada Rasulullah, sebagaimana beliau sangat cintanya kepada umat, jauh bila dibandingkan dengan para sahabat cinta mereka kepada rasul, Mus’ab bin Umair menggadaikan tubuhnya di perang Uhud demi membela rasulullah, lebih baik dia yang mati daripada rasul kekasihnya terluka. Apakah kecintaan kepada harta benda, kedudukan, jabatan, anak-keluarga, hawa nafsu dan dunia telah mengalahkan kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya? Apa bukti kecintaan kita kepada Rasulullah, apakah kita rela dan ridho melaksanakan segala apa yang diperintahkan oleh yang kita cintai,Allah dan Rasul-Nya, dan meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah dan Rasul-Nya. Di bulan rabiul awal ini, jangan dijadikan sarana untuk melakukan bid’ah, tapi jadi perantara untuk mengkaji ulang lebih dalam tentang Al Qur’anul Karim, Hadist Nabi As Syarif, dan Shirah Nabawiyah Mutaharah.Dengan Keikhlasan kita beribadah dan beritiba’ kepada rasul, mudah-mudahan kita mendapatkan syafaatnya, dikumpulkan dengan orang yang kita cintai dan rindui rasulullah SAW di Jannatul firdausil ‘Ala. Amin ya rabbal alamin.



Sunday, March 25, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Apa arti sebuah nama

     Apa arti sebuah nama, itu kata-kata yang sering kita dengar dan kita baca. Waktu di Indonesia, dan saya orang Sunda waktu itu saya sering mendengar nama nama, Encum, Iam, Iyah, Ikah, Ijah, Iroh, Mae, kokom, Empat, Isah, kalo laki-laki sering dengar nama Omay, Omad, Oman, Ocid, Ii, Mumuh, Giwah, Adul, Eman, Akih, dan saya agak miris mendengarnya, karena kampungan, berbau feodal, dan identik dengan low social class. Entah karena unsur kesengajaan atau karena lidah orang tua kita agak susah mengucapkan sesuatu yang fasih dan lebih memilih sesuatu yang serba praktis untuk di ucapkan sebagai nama panggilan.
     Setelah sekian lama saya berhijrah ke negeri Arab, setelah berkeluarga dan dikaruniai seorang putri, berbalik seratus delapan puluh derajat sekarang lebih menghargai nama-nama yang disebutkan tadi daripada nama-nama orang barat atau bukan yang bersumber dari Islam. Ceritanya berawal ketika hamil istri saya sudah memasuki 3rd trimester, dan saya harus sudah mempunyai minimal dua konsep nama, pertama untuk laki-laki, kedua untuk perempuan, hampir tiap malam saya surfing di internet untuk mencari nama-nama yang cocok untuk calon bayi, ternyata tidak mudah juga bagi saya cari nama itu, pertama harus yang bermakna, harus mempunyai momen atau peristiwa tertentu, tidak pasaran dan harus yang baik, itu criteria saya. Kemudian terlintas benak, subhanallah ternyata nama-nama yang saya sebutkan tadi di atas, yang dianggap nama jelek oleh saya dan sebagian kalangan ternyata adalah nama-nama mulia, nama shahabat dan shahabiah serta nama-nama Islami, Encum asalnya dari Kulsum, Iam asalnya dari Maryam, Iyah asalnya dari Rukoyah, Ikah asalnya dari Atiqah, Ijah asalnya dari Khodijah, Iroh asalnya dari Maisyaroh, Mae kependekan dari Maemunah, kokom asalnya dari Qomariyah, Empat asalnya dari Fatimah, Isah asalnya dari Aisyah, Omay asalnya dari Komar, Omad asalnya dari Mohd, Oman asalnya dari Rohman, Ocid asalnya dari Rashid, Ii kependekan dari Ijuddin, Mumuh dari Muhtadin, Giwah dari Ridwan, Adul asalnya dari Abdul, Eman asalnya dari Sulaiman, dan Akih dari Faqih. Itulah pengrusakan nama, sehingga citra dan image Islam jadi jelek. Mudah-mudahan itu karena ketidak tahuan orang tua kita bukan berangkat dari kesengajaan. Kepada orang tua dan calon orang tua jangan sungkan-sungkan untuk memberikan nama yang bagus dan Islami, karena nama itu adalah doa.
     Kalau tadi sifat bagus dibikin citra jelek, sekarang kebalikannya, citra jelek dibikin bagus, atau minimal dibiaskan oleh media masa dan oleh orang yang senang terhadap merajalelanya kemungkaran.Contoh halnya, Bagiyya disebutkan dalam Al-qur’an julukan bagi orang pezina, yang mempunyai citra dan nama yang buruk, sama media masa dirubah dan diperhalus jadi tuna susila, kupu-kupu malam, pekerja seks komersial, seolah olah merupakan profesi atau karir dan nama yang indah. Penyakit Syphilis di expose jadi Raja singa menjadi sesuatu yang gagah, Hutang diganti jadi pinjaman lunak, perampokan dinamai penggelapan uang, dan masih banyak lagi memenuhi perbendaharaan bahasa Indonesia yang salah kaprah.
     Hemat saya kita harus berhati-hati terhadap hal ini karena secara tidak disadari efeknya akan melunturkan nilai-nilai susila, norma, akhlak dan perilaku, sehingga sesuatu yang asalnya tidak wajar dan dianggap dilarang menurut norma masyarakat dan agama menjadi sesuatu yang bersifat umum dan lumrah. Benar sabda Rasulullah, tidak akan terjadi kiamat sebelum perzinahan sudah menyebar dimana-mana. Rasul juga bersabda, sungguh ada diantara umatku yang menghalalkan sutra, perzinahan dan musik. Inilah mungkin zamannya yang rasul sejak dulu mewasiatkan kepada kita telah terjadi sekarang, suatu yang bersifat Islami, menjadi hal yang asing dan tidak lumrah tidak modern dan tidak up to date, sehingga nilai-nilai ajaran Islam yang bersifat sunnah dan syariat menjadi luntur, asing dan hilang di mata masyarakat muslim. Berbahagialah kita sebagai ghuraba, orang yang asing di tengah komunitas kita, sebagaimana Islam akan muncul menjadi sesuatu yang asing.

 

Wednesday, March 21, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Peresmian pengurus PIP PKS Kuwait periode 2007-2009

Alhamdulillah kemarin sore pengurus baru pusat informasi dan pelayanan partai keadilan sejatera Kuwait secara resmi dilantik untuk masa kepengurusan periode 2007-2009. Acara berlangsung dengan hidmat dan sederhana, dihadiri oleh pengurus baru, tamu undangan dari perwakilan profesi, perwakilan organisasi masyrakat dan perwakilan dari KBRI.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Akh Adih kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari ketua lama Akh Suli hamdani yang menjabat ketua dari tahun 2002 sampai 2007, beliau menyampaikan suka-dukanya menjadi ketua dan aktif terjun dalam dakwah partai, beliau termasuk generasi perintis berdirinya partai keadilan sejahtera di Kuwait, walaupun PKS mengalami pasang surut dakwah selama berdiri sampai sekarang tapi yang patut disyukuri kata bapak dari 3 orang anak yang anak pertamanya baru berusia sebelas tahun tapi sudah hafal 11 juz dari al-qur’an, alhamdulllah sampai sekarang PKS di Kuwait masih tetap eksis. Beliau juga menyampaikan beberapa poin tentang potensi-potensi yang ada di Kuwait bagi keberlangsungan dakwah partai, diantaranya beliau menyebutkan bahwa Negara Kuwait relative kecil sehingga mudah untuk di jangkau dan diakses, kemudian masyarakat Indonesia yang ada di Kuwait hampir mewakili seluruh perwakilan tempat dan daerah di tanah air, sehingga tatkala mereka bisa bergabung dalam dakwah kita, insha allah mereka bisa mewarnai hampir seluruh tempat dan daerah di Indonesia kedepannya,

juga dengan sarana dan prasarana yang jauh lebih baik, kondisi dakwah di sini harus lebih baik dibanding di tempat lain, peluang untuk menimba ilmu agama islam bisa lebih didapatkan di Kuwait dibanding di Indonesia, tapi disamping potensi yang ada tidak luput juga dakwah pks di Kuwait ini mendapat tantangan dan hambatan, di antaranya, walaupun komunitas Indonesia relative kecil tapi hampir rata-rata berjenjang pendidikan yang sama sehingga agak susah untuk di akses, kemudian walaupun kecil tapi hampir semua organisasi dan fikrah ada di Kuwait, sehingga menjadikan modal kita untuk berkompetisi dalam kebaikan dengan mereka. Pesan dari ketua lama mudah-mudahan pengurus PIP PKS yang baru ini bisa lebih baik dan lebih dinamis untuk beramal dan berkarya dibanding dengan pengurus lama.

Setelah sambutan dari pak Suli Hamdani selesai acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru oleh perwakilan dari DPP departemen kaderisasi Ustadz Fahmi Islam MA, setelah dipanggil satu-satu nama-nama anggota sesuai dengan peran dan kedudukannya, beliau lalu memberikan sumpah kepada pengurus dalam bahasa arab kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, walaupun berat hati untuk mengucapkan demi Allah tatkala disumpah dan walaupun sadar bahwa jabatan pengurus ini bukan prestice tapi amanah dan tanggung jawab, kami semua bersedia untuk disumpah dan bersedia untuk melaksanakan amanah ini sesuai dengan kemampuan kami. Setelah selesai dilantik kemudian dilanjutkan dengan pidato politik dari beliau ustadz Fahmi Islam yang telah menyelesaikan studi S2 syariahnya di Yaman dan S1-nya di Medinah. Beliau menyampaikan pesan-pesan kepada pengurus baru untuk bekerja lebih itqon guna kemaslahatan umat dan bangsa, karena peran dan posisi kita sangat dibutuhkan, hemdaklah kita juga melahirkan keadilan kesetiap lapisan masyarakat yang keadilan sampai saat ini belum dirasakan oleh seluruh umat, beliau menukil ucapan Ibnu Taimiyah, bahwa Allah SWT akan menolong Negara kafir yang adil, dan tidak akan menolong Negara muslim yang tidak adil, sebagai contoh Negara Iraq sangat jauh kemakmurannya dengan Negara Kuwait, karena ketidak adilan tidak ada sampai sekarang warga, masyakarat dan negaranya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, beliau juga memberikan pesan untuk terus menimba ilmu Islam, bahasa Arab di Kuwait, sehingga tatkala kita kembali ke Indonesia kita menjadi professional yang faqih dalam agama islam.

Sambutan yang ketiga dilanjutkan setelah menunaikan shalat maghrib bersama, giliran dari pihak KBRI Kuwait, karena bapak dubes ada undangan dari Kedutaan Azerbaizan dan Tunisia, sehingga yang hadir diwakili oleh Diplomat Deni Lesmana. Beliau sangat memberikan respon yang positif terhadap berdirinya dan eksisnya partai politik di Kuwait, diharapkan bisa lebih bekerja sama kedepannya terutama dalam masalah pelayanan social, diplomasi dan memperbaiki citra Indonesia, yang sesuai dengan misi diplomasi Indonesia menggunakan soft militer dalam berdiplomasi dengan pihak luar, serta mengoalkan demokratisasi dan islam moderat di tanah air.

Sambutan yang keempat dari ketua tepilih yang baru Akh Nur Aziz lc, lulusan Universitas Kuwait jurusan fakultas tarbiyah ini yang sejak dari smp telah sekolah dan tinggal di Kuwait. Beliau menegaskan kepada pengurus baru bahwa jabatan dan kedudukan ini bukanlah prestice tapi amanah dan tanggung jawab, prestasi yang baik di tingkatkan, seandainya ada yang salah dari kepemimpinan dia hendakanya jangan ragu-ragu untuk ditegur dan diluruskan.

Acara terakhir di meriahkan dengan dilantuntkannya nasyid oleh saudara Seno Adji, tentang I’tiraf. Raihan. Yang ditutup dengan makan malam bersama. Mudah-mudahan PIP PKS Kuwait bisa mengukir prestasi kedepannya dalam berbagai amal yang bermanfaat bagi umat yang efeknya bisa dirasakan bukan hanya oleh pribadi tapi semua baik umat islam dan non muslim.

Monday, March 19, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Half a million maids in Kuwait


KUWAIT: A study by the committee for the National Project for the Awareness of Domestic Workers announced recently that the main problem encountered by domestic workers in Kuwait is mistreatment by employers and non-payment of salaries.
According to the committee findings, 85 per cent of women hw work as domestic servants and maids in Kuwait suffering humiliations, including insulting verbal attacks by their employers. At least 14 per cent of sponsors allow their children to insult maids.
The study also indicated that the number of maids in Kuwait increased between 2000 and 2006 up to 83.3 per cent in which in 2000 the number of maids was 263,681 while in 2006 the number increased up to 489,305, most of them impoverished Asian countries.
Previous estimates have placed the number of domestic workers closer to one million or more. According to Kuwait law, a family of five is entitled to employ three domestic servants including maids, cooks and drivers. It was not clear if the recent statistics included all domestic help or maids only.


Wednesday, March 14, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Teguran


     Tadi malam kami sekeluarga jalan-jalan keluar karena kemarin itu hari saya terakhir kerja dan akan leave selama sebulan penuh, sebelum pergi seperti biasa kami berdoa safar sambil mengajari hukma juga agar dia tahu dan terbiasa. Banyak tempat yang dituju, mulai dari mem-fotokopi dokumen saya, kemudian belanja baju-baju hukma dan terakhir belanja kebutuhan harian karena barang dapur dan isi kulkas sudah mulai habis, sampai agak larut malam kemudian kami bergegas pulang, di perjalanan Hukma sudah mulai teler dan tidak lama dia sudah tertidur di pangkuan Umminya. Ketika sudah masuk ke bundaran di daerah Riggae dekat filling gas station dari arah kiri belakang dengan tiba-tiba mobil putih BMW X-5 berkecepatan tinggi menukik ke depan mobil kami mau mengambil jalur ke kanan, karena sudah tekor sehingga ban belakang dan body mobil dia menyerempet body kiri mobil depan kami, kedengar suara “Bruukk”, tanpa rasa tanggung-jawab dan bersalah mobil tadi terus melaju dengan kecepatan tinggi, dalam hati saya memutuskan untuk tidak mengejarnya, yah sudah paling banter rusak body kecil, dan saya juga sudah lelah, kepala mulai pusing seperti biasanya bagi saya kalau kelelahan dan hypoglisemia, setelah sampai di tempat parkir saya lihat-lihat ternyata lampu sign depan pecah dan body serta bampernya kena, walaupun hati agak dongkol juga akhirnya saya merelakannya setelah istri saya ngasih masukan Alhamdulillah tidak terjadi kecelakaan besar dan korban jiwa, jika dibanding dengan berita tadi pagi yang saya baca di Koran Kuwait times, ada orang Egypt lagi nyebrang di airport road, tiba-tiba mobil melaju dengan kecepatan tinggi tidak bisa terkontrol dan menabraknya sehingga meninggal di tempat, tubuh orang Egypt hancur menjadi tiga bagian, berceceran di pinggir jalan dan sebagian di bamper serta ban mobil. Mungkin juga orang yang menyerempet mobil saya lagi terburu-buru karena ada sesuatu yang bersifat emergency, mungkin istrinya ada di mobil lagi mules-mules mau melahirkan, atau dia sendiri yang mules-mules terburu-buru cari WC.
     Yang menjadi pemikiran dan perenungan bagi saya, apakah ini semata-mata musibah bagi kami ataukah teguran kecil, apakah ada kemaksiatan-kemaksiatan dengan sadar atau tanpa sadar yang selama ini saya lakukan? apakah ada hak-hak orang lain yang belum saya penuhi? Ataukah ada orang lain yang terdzolimi, tersakiti oleh perbuatan dan ucapan saya, sehingga dia menjerit kepada Allah untuk meminta keadilan. Apakah ada harta dan hak-hak fakir miskin dan anak yatim yang belum dikeluarkan dari sebagian rezeki saya dengan berinfaq dan kewajiban malliyah saya, sehingga harus diambil oleh Allah SWT secara paksa lewat musibah, seperti ada orang yang berkecukupan dan berlimpah uang tapi anaknya harus dikirim ke rehabilitasi narkoba, sementara dia dilanda dengan berbagai macam penyakit mulai cuci ginjal minimal 2 kali sepekan, makan harus di atur dan di gram tidak boleh sembarangan, sehingga kebahagiaan dan kesehatan harus dibayar dengan mahal . Saya harus merenungkan kembali tentang husnul jiwar saya, birul walidain saya dan tarbiyatul aulad dan zaujah saya, barangkali ada porsi-porsi mereka yang belum saya tunaikan. Atau apakah ini musibah dari Allah SWT sebagai bukti kecintaan Allah kepada hambanya, jadi teringat kisah-kisah Rasulullah SAW yang dilempari bebatuan oleh penduduk Thaif sehingga lutut dan kakinya berdarah . Ketika sahabat mengadu ke rasul karena lapar dan mengganjal perutnya dengan satu batu, kemudian rasul juga bilang saya juga lagi lapar dan dia menunjukan ke sahabatnya malah mengganjal perutnya dengan dua batu. Teringat kisah Rasul dan sahabat tercintanya Abu Bakkar Siddiq ra ketika berhijrah bersembunyi di gua hiro, di kejar-kejar dan mau di bunuh oleh kafir quraisyh yang sampai di mulut gua, dalam suasana yang genting sampai Abu Bakkar ketakutan, dan Rasul bilang ke Abu Bakkar, “La tahzan Innalloha Ma’ana/ jangan cemas sesungguhnya Allah bersama kita”. Itulah Rasul kekasih Allah, dan sahabat-sahabat mereka generasi terbaik umat islam sepanjang zaman, dengan didera berbagai musibah, kelaparan sedikit makanan, dan diancam ketakutan apakah Allah SWT tidak sayang terhadap mereka? Sementara orang-orang kafir yang jelas memusuhi islam, Allah dan rasulnya, kenapa mereka bergelimang dalam kemegahan, kekuasaan dan segala jenis kesenangan dunia. Karena pada hakekatnya itulah kecintaan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal shaleh akan didera oleh cobaan dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan inna lillahi wainna ilaihi raajiuun, mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Apapun adanya saya harus berhusnudzan kepada Allah, karena dibanding musibah atau teguran tadi masih banyak nikmat-nikmat Allah SWT yang saya dapatkan yang belum sempat saya syukuri, mulai dari nikmat iman, islam, sehat, yang kalau di hitung-hitung tidak akan terbilang karena terlalu banyaknya.

Thursday, March 08, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Ketika sesuatu ada yang lebih penting

Adakah sesuatu hal yang menjadi prinsip dalam hidup anda? Mungkin banyak, bisa jadi hal tersebut termasuk disiplin dan professional dalam kerja, hemat dalam mengatur uang belanja, atau harus makan dengan makanan empat sehat lima sempurna atau bisa juga harus berolah raga setiap hari, atau termasuk juga harus medical check up minimal 3 bulan sekali, atau liburan musim panas bersama keluarga merupakan sesuatu yang penting. Tapi apakah ada yang lebih penting dibalik semua kepentingan itu? Bagaimana halnya dengan sholat bagi seorang muslim, termasuk kepentingan yang keberapa? Apakah itu termasuk hal yang prinsip dan pokok dalam hidup kita ataukah hal yang biasa, atau hal yang sudah dilupakan sekian lama ini.
Ketika saya melihat iklan-iklan di pinggir jalan di pasang, kadang juga ditempel di public transport, saya merasa heran kok ada iklan mengajak seeorang untuk sholat, dipasang di mobil, di pinggir jalan dan di keramaian, tidak ada muatan komersial seperti halnya iklan lain. Selidik-demi selidik saya menemukan jawabannya. Belakangan ini kementrian agama Kuwait telah mengadakan sensus kepada masyarakat Kuwait tentang sholat wajib 5 waktu, hasil sensus yang didapat sungguh sangat mencengangkan, ternyata sebagian besar masyarakat Kuwait, telah meninggalkan kewajiban sholat 5 waktu, sebagian besar beralasan malas dan sibuk tidak mempunyai waktu, sebagian kecil telah melupakan dalam hidupnya, dan ada juga yang mengingkari terhadap wajibnya sholat.
Ada yang tidak sempat untuk shalat karena hari-harinya sibuk dan padat dalam beraktifitas di dunia kerja, ada yang malas karena mungkin ada penyakit dalam hatinya, ada yang sholat tapi tambal sulam, tidak utuh lima waktu, ada yang sholat tapi suka di akhir waktu.Padahal sudah jelas sholat itu sesuatu yang wajib bagi seorang mu’min dengan waktu-waktu yang telah ditentukan. Dan amalan yang paling pertama kali di hisab adalah sholat.Banyak terjadi kerusakan di bumi darat dan laut ini karena ulah manusia, pengrusakan ekosistem, peperangan, genocide dsb karena ulah tangan manusia, Dengan sholat yang benar sedikitnya kita telah berpartisipasi dalam mencegah kerusakan dan kemunkaran.
Di era globalisasi ini dengan pengaruh positif dan negatifnya yang beraneka ragam telah menjadikan gaya hidup kita berubah dengan gaya hidup generasi terdahulu, anak-anak disibukkan kesehariannya dengan pelajaran sekolah yang rumit dan menyita waktu serta fikiran, karyawan waktunya habis untuk mencari nafkah pergi pagi pulang sore untuk kelangsungan hidup mereka dan masa depan anak-anaknya di sela persaingan hidup yang semakin sulit, kadang juga harus melibatkan istri untuk bekerja di luar karena suami tidak cukup untuk membiayai keluarga. Para istri yang tinggal di rumah diamanahi untuk mendidik anak-anak mereka disibukkan dengan dunia entertainment, fashion dan film. Sehingga wajar syiar-syiar Islam sudah tidak nampak lagi di pribadi-pribadi dan keluarga-keluarga muslim, karena kehidupan mereka sudah sangat jauh dari apa yang islam ajarkan.
Itu hanya satu dari prinsip islam yang pokok, sholat, masih banyak prinsip-prinsip islam yang lain yang telah hilang dari tubuh pribadi-pribadi muslim seperti, puasa, zakat, kewajiban menutup aurat bagi wanita, dan meninggalkan yang dilarang dalam agama. Tidak ada kata terlambat selama kita masih mempunyai kesempatan hidup mulailah kita perbaiki diri sendiri, mulailah kita berlomba-lomba dalam kebaikan, sudah sampai mana bangunan rumah kita di surga? Dan sudah sampai mana investasi masa depan kita di akhirat?


Friday, March 02, 2007

Health Journal | Medical Equipment | Indonesian Cuisine | First Aid | Dialysis Machine | Ultrasound | Nursing Agency |

Bencana oh bencana

Pernahkah kita memperhatikan bumi berputar pada porosnya dan berevolusi mengelilingi matahari dengan teratur dan seimbang seperti halnya milyaran benda langit di angkasa?Sadarkah kita bahwa tubuh kita terdiri dari susunan organ tubuh yang sangat kompleks dan penuh keseimbangan. Apakah itu hanya sekedar gejala alam?yang berjalan sesuai kehendaknya tanpa ada yang mengatur dan mengendalikan? Apakah itu semua terlahir dengan sendirinya sesuai dengan proses evolusi?
Bisakah kita menahan bayi lahir dari perut ibunya?atau menahan waktu yang terus berputar,atau menahan matahari untuk tidak terbit dari timur? Atau menahan diri kita dari proses penuaan, atau menahan diri kita dari kematian yang selalu menghantui kita?
Bagaimana kita menyaksikan Negara bagian Amerika, Florida diluluh lantahkan hanya dengan hurricane, kita lihat dalam hitungan detik Tsunami telah menghancurkan propinsi Aceh, dengan bergesernya kulit bumi, bisa menyebabkan gempa yang begitu dahsyat yang bisa menelan korban jiwa dan kerugian harta demikian besar,air yang asalnya bersahabat bagi manusia, Allah menurunkan hujannya dari langit cukup membikin Jakarta menjadi lautan manusia, di lain tempat desa bisa tenggelam dalam kubangan Lumpur lapindo. Bagaimana makhluk yang bernama HIV dan penyakit AIDS telah membikin pandemic dan mematikan puluhan juta orang dari mulai ditemukan namanya sampai sekarang. Tiga hari berturut-turut, tanah longsor di Manggarai menelan korban jiwa, gempa berskala 6,3 Ricther mengguncang bumi padang menelan puluhan korban jiwa dan kerugian harta benda, dan kapal garuda hangus terbakar.Apakah itu semua juga ketidak seimbangan alam yang muncul dengan sendirinya tanpa ada yang mengendalikan?siapa scenario besar dibalik semua ini? Kalau scientists bilang bencana yang terjadi karena ketidakseimbangan alam, seperti hurricane karena adanya global warming, gempa tektonik yang bisa bikin gempa dan tsunami karena pergeseran kulit bumi, hujan yang besar, jelas karena masuknya musim penghujan, penyebaran penyakit AIDS karena tidak adanya save sex dan berganti-gantinya pasangan.Kalau yang berbicara paranormal tsunami yang terjadi di pangandaran akibat orang-orang sudah tidak mau memberikan pesugihan lagi kepada nyi roro kudil sehingga cukup membikin dia marah, dengan mengibaskan selendangnya bisa membikin gulungan ombak yang besar.Kalau yang bicara pakar lingkungan hidup bilang bencana alam terjadi karena ulah manusia, carbon dioxide gas emission membikin global warming, hujan dan badai besar, penebangan alam secara liar membikin banjir dan tanah longsor, pengeksploitasian bahan tambang secara besar-besaran menyebabkan ketidak seimbangan struktur bumi, kemajuan genetic engineering dalam memutasi gene menyebabkan perpindahan penyakit dari hewan ke manusia, dan dari manusia ke manusia. Kalau yang berbicara fakar agama, mereka menilai menurut hasil penelitian manusia dan kebenaran wahyu Allah SWT, bahwa pada hakikatnya semua partikel yang ada di bumi dan di jagat raya ini pada intinya adalah tentara Allah yang kapan saja siap untuk diperintah tanpa membangkang.Bagaimana dulu Allah swt mengirimkan banjir besar kepada kaum Nuh as, bagaimana dulu dengan izin-Nya angin yang kencang menghancur kaum ‘Aad, dan petir diutus Allah untuk membinasakan kaum tsamud dan sekali perintah air lautan cukup menenggelamkan kesombongan firaun dan bala tentaranya sampai ajal menjemput mereka. Dan apakah kita juga tidak memperhatikan bagaimana Allah telah menghancurkan tentara gajahnya Abrahah? Dia mengirimkan burung yang berbondong-bondong, melempari mereka dengan batu, hanya dengan burung menjadikan Abrahah dan tentaranya seperti daun-daun yang dimakan ulat. Banyak pula kerusakan di muka bumi, darat dan laut akibat ulah tangan manusia, sehingga pantas Allah SWT menggirimkan berbagai bencana demi bencana kepada kita, haruskah kita bersombong dihadapan-Nya,siapakah diri kita bila dibandingkan dengan mahluk ciptaan Allah lainnya, Alam semesta, jagat raya yang maha luasnya, diri kita hanya termasuk partikel terkecil di alam semesta ini,Haruskah kita malu dan enggan untuk bersujud menempelkan dahi kita ketanah?yang padahal asalnya kita dan tempat kembalinya kita. Dengan bencana-demi bencana ini cukup membikin kita sadar untuk kembali kepada-Nya.